SEGERA TERBIT

TRANSFORMASI KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU SENI BUDAYA: IMPLEMENTASI MODEL ADVANCE ORGANIZER DI SEKOLAH INKLUSIF

Pendidikan inklusif menuntut guru tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogis yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik, kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar peserta didik. Dalam konteks pembelajaran Seni Budaya, tuntutan tersebut menjadi semakin kompleks karena proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga melibatkan pengalaman estetis, kreativitas, ekspresi, apresiasi, serta interaksi sosial. Kondisi ini membutuhkan model pembelajaran yang dapat membantu guru mengorganisasi pengetahuan secara sistematis sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta didik.
Buku ini hadir untuk membahas secara konseptual dan praktis penguatan kompetensi pedagogis guru Seni Budaya melalui penerapan model Advance Organizer. Model ini menempatkan pengorganisasian pengetahuan awal sebagai bagian penting dalam membangun keterkaitan antara pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik dengan materi baru yang dipelajari. Dengan demikian, pembelajaran dapat berlangsung secara lebih terstruktur, bermakna, dan adaptif terhadap keragaman peserta didik.
Buku ini menguraikan hakikat kompetensi pedagogis guru, karakteristik pembelajaran Seni Budaya, prinsip dan karakteristik pendidikan inklusif, serta landasan teoretis model Advance Organizer. Pembahasan selanjutnya diarahkan pada bagaimana model tersebut dapat diimplementasikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran Seni Budaya pada kelas inklusif.
Buku ini ditujukan bagi dosen, mahasiswa pendidikan seni dan keguruan, guru Seni Budaya, pengelola sekolah inklusif, pengembang kurikulum, praktisi pendidikan, serta peneliti yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran inklusif. Lebih dari sekadar membahas sebuah model pembelajaran, buku ini mengajak pembaca melihat transformasi kompetensi pedagogis sebagai proses berkelanjutan untuk mewujudkan pembelajaran Seni Budaya yang inklusif, bermakna, adaptif, dan mampu memberikan kesempatan belajar bagi setiap peserta didik.

Penulis: Dr. Reni Haerani, S.Pd., M.Pd.
Ukuran Buku : 15,8 x 23 cm
Tebal Buku : x + 238 (248 hal.)
Tahun terbit : 2026
Jenis kertas : HVS 72 gr
ISBN: 978-634-xxxx-xx-x

Harga aslinya adalah: Rp85.000.Harga saat ini adalah: Rp75.000.

PEREMPUAN DALAM SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL DOGDOG LOJOR PADA UPACARA ADAT SEREN TAUN DI KASEPUHAN ADAT SINAR RESMI SUKABUMI JAWA BARAT

Dogdog Lojor bukan sekadar pertunjukan musik tradisional, melainkan bagian dari sistem budaya yang mengandung nilai-nilai sosial, spiritual, dan identitas masyarakat adat. Melalui bunyi, gerak, ritus, serta keterlibatan para pelaku seni, Dogdog Lojor menjadi media untuk menjaga hubungan antara manusia, alam, leluhur, dan kehidupan komunitas. Dalam konteks tersebut, kehadiran perempuan memperlihatkan bagaimana tradisi terus hidup melalui proses pewarisan, partisipasi, kreativitas, dan pemaknaan yang berlangsung antargenerasi.
Buku ini membahas bagaimana perempuan hadir dan berperan dalam seni pertunjukan Dogdog Lojor, bagaimana masyarakat memaknai keterlibatan tersebut, serta bagaimana pengalaman perempuan berkelindan dengan nilai-nilai adat dan identitas budaya Kasepuhan Sinar Resmi. Pembahasan juga menelusuri posisi perempuan sebagai pelaku, pendukung, pewaris, sekaligus bagian dari proses keberlanjutan seni tradisional dalam kehidupan masyarakat adat.
Lebih dari sekadar dokumentasi seni pertunjukan, buku ini menghadirkan perspektif tentang perempuan sebagai bagian penting dari dinamika kebudayaan. Di dalamnya tergambar hubungan antara tradisi dan perubahan, antara nilai adat dan perkembangan zaman, serta antara identitas budaya dan peran perempuan dalam menjaganya.
Dengan mengangkat Dogdog Lojor dan upacara Seren Taun sebagai ruang kajian, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerhati seni dan budaya, serta masyarakat luas yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan Sunda dan kehidupan masyarakat adat. Pada akhirnya, buku ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa pelestarian tradisi bukan hanya tentang mempertahankan bentuk kesenian, tetapi juga tentang memahami manusia yang menghidupkan, mewariskan, dan memberi makna terhadap tradisi tersebut.

Penulis: Dr. Ace Iwan Suryawan, M.Hum.
Ukuran Buku : 15,8 x 23 cm
Tebal Buku : xii + 156 (168 hal.)
Tahun terbit : 2026
Jenis kertas : HVS 72 gr
ISBN: 978-634-xxxx-xx-x

Harga aslinya adalah: Rp85.000.Harga saat ini adalah: Rp75.000.

Let's Chat!